Kades Babad Sampaikan Anggaran Pembangunan Tidak Sebesar Tahun Lalu

Desa904 Dilihat

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com –
Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) dan pembentukan Tim Penyusun RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa) tahun 2027 adalah dua rangkaian proses yang saling berkesinambungan dalam sistem perencanaan pembangunan desa.

Musrenbangdes adalah forum musyawarah tahunan yang mempertemukan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, pemuda, dan lain – lain

Seperti yang dilaksanakan pemdes Babad Kec Kedungadem Kab Bojonegoro (17/6/2026) pagi menggelar Musrenbangdes yang bertempat di balai desa.

hadir dalam acara ini Kades dan Perangkat Desa, BPD, RT, RW Tokoh masyarakat,Tokoh pemuda, perwakilan perempuan dan undangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut H.Yarbo Kades Babad mengatakan bahwa seperti biasanya setiap tahun pemerintahan desa Babad mengadakan musrenbangdes untuk rencana pembangunan di tahun berikutnya, yaitu tahun 2027, maka dari itu yang dilakukan di Pemdes Babad saat ini tidak lain dan tidak bukan yaitu melaksanakan musyawarah terkait pembangunan Desa.

Kades Babad juga menyampaikan bahwa untuk anggaran mulai tahun ini tidak seperti biasanya karena dipotong untuk pembangunan KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih itu perlu ketahui bahwa DD dan ADD Mulai tahun 2026 dipotong 70% .

Sebelum adanya pembangunan KDMP Dana Desa dan ADD (anggaran dana deda ) yang diterima Pemdes Babad mencapai 1,2 miliyar sekian dan mulai tahun 2026 di potong Rp. 800 juta sekian.

dari 100% diipotong 70%, jadi tinggal 30% dari anggaran 30% itu mau tidak mau harus dicukupkan untuk kebutuhan desa, yakni honor RT, RW, LINMAS, PKK, dan ibu-ibu kader, dan juga kegiatan lain-lainnya, termasuk kegiatan 17 Agustus..

” Siltap perangkat, BPD, termasuk kepala desa juga berkurang,maka dari itu di sini perlu saya sampaikan biar masyarakat semua tahu bahwa Untuk tahun 2026 itu anggarannya sudah sangat minim ” ucapnya.

Lanjut Kades, misalkan ada usulan-usulan dan belum bisa terdanai, selaku Kades ia minta maaf karena terbatasnya anggaran.
adanya pengurangan dana transfer tersebut pembangunan di desa sangat terasa, yang dulu bisa mengusulkan apa yang diprioritaskan,mulai tahun ini ada banyak usulan yang tertunda., walaupun sekarang pembangunan ada yang tertunda, tetap jangan bosan untuk tetap mengusulkan program pembangunan di Desa Babad.

‘ Semoga tahun ke depan dana transfer dari pemerintah pusat maupun daerah bisa bertambah, Kita sama-sama berdoa ” pungkasnya,(Red/Tn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *