Kirap Gunungan Dan Tradisi Sawuran Menjadi Simbol Rasa Syukur Masyarakat Desa Tondomulo

Desa1204 Dilihat

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com – Sedekah bumi sawuran di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa timur memiliki ciri khas yang sangat unik dibandingkan daerah lain, yaitu tradisi Sawuran atau saling lempar nasi dan makanan hasil bumi.

Tradisi ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol rasa syukur masyarakat yang mendalam atas hasil panen yang melimpah dan doa untuk keselamatan warga.

Kades Tondomulo mengatakan tradisi sawuran di Desa Tondomulo ini sering disebut sebagai Nyadran Sawuran (6/4/2026) diawali Kirap Gunungan berisi buah, sayur, dan jajanan pasar dari kediaman kepada desa menuju Bumi Gunung Panji yang dilaksanakan setahun sekali diikuti perangkat Desa,BPD, RT, RW serta masyarakat setempat.

” Makna Filosofis “Sawur” berarti menabur. Ini melambangkan kemurahan hati dalam berbagi rezeki dan membuang nasib buruk (buang sengkolo) ” ucapnya.

masih menurut Kades , Tradisi ini bukan bentuk permusuhan, melainkan wujud kebersamaan dan kekompakan antar warga dan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan keselamatan desa serta Pelestarian nilai Budaya lokal.

Kades menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur agar identitas desa tetap terjaga di tengah zaman modern.

“acara ini menjadi hiburan rakyat yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.

Usai melakukan tradisi sawuran warga kemudian makan bersama untuk mempererat silaturahmi juga dimeriahkan pertunjukan kesenian wayang thengul (wayang golek).

tradisi ini tetap terjaga kemurniannya dan menjadi daya tarik budaya yang signifikan bagi wilayah Kedungadem.(Red/Tn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *