Bojonegoro,Terasbojonegoro.com –
Pemdes Duwel Kec Kedungadem Kab Bojonegoro Jawa Timur menggelar Musrenbangdes. penetapan RKPDes tahun 2026 dan DU RKP tahun 2027 yang berlangsung di Balai Desa setempat (21/10/2025).
kegiatan tersebut dihadiri Camat, Kasi Kesra Kec Kedungadem, Kades dan perangkat Desa Pejok ,BPD ,Pendaping Desa, RT ,RW tokoh masyarakat, tokoh agama, ,Ibu PKK, Kader serta undangan lainya.
Dalam sambutanya Kades Duwel mengatakan Musrenbangdes penerapan RKPDes 2026 adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa.
” Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga desa yang telah berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan desa ini. Partisipasi aktif dari Bapak/Ibu semua sangat penting dalam menentukan arah pembangunan desa kita ” katanya.
” Dalam Musrenbangdes ini, kita akan membahas dan menetapkan RKP Desa yang akan menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan desa. Saya berharap RKP Desa yang kita tetapkan dapat menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa ‘ imbuhnya.
sementara Bayudono Margajelita Camat Kedungadem mengatakan bahwa kegiatan Musrenbangdes dilaksanakan oleh pemerintah Desa dan penyusunan RKP harus sejalan dengan program pemkab, Pemprov dan pemerintah pusat .
masih menurut Camat Kedungadem,
RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Desa adalah dokumen perencanaan yang wajib disusun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setiap tahun. RKP Desa digunakan sebagai acuan bagi Pemdes dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
” RKP Desa disusun berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat desa dan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan nasional ” ucapnya.
lanjut Bayudono, dalam penyusunan RKP Desa, Pemdes harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa melalui musyawarah desa. RKP Desa kemudian menjadi acuan bagi Pemdes dalam menyusun APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa).
‘ Dengan demikian, RKP Desa menjadi instrumen penting bagi Pemdes dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara efektif dan efisien ” imbuhnya.
kemudian Konektivitas pembangunan antar wilayah bertujuan untuk meningkatkan integrasi antara wilayah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan.
” konektivitas pembangunan antar wilayah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing wilayah ” jelasnya.
Dengan berbagai program dan intervensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimis dapat menurunkan angka kemiskinan di tahun mendatang
dalam kesempatan tersebut Priyanto Kasi Kesra Kec Kedungadem mengungkapkan , terkait penanganan angka kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan beberapa tindak lanjut untuk menurunkan angka kemiskinan salah satunya melalui program seperti GAYATRI (Gerakan Ayam Petelur Mandiri), KOLEGA (Kolam Lele Keluarga), domba sejahtera, bantuan bibit sayuran, stimulant BUM Desa, pelatihan kerja, dan pembangunan infrastruktur.
pada tahun 2024 di Desa Duwel ada 130 KK warga miskin dan pada tahun 2025 ada 109 KK warga miskin.
” itu artinya pemdes Duwel berhasil untuk menurunkan angka kemiskinan ” bebernya.
Kasi Kesra. juga mengatakan bahwa jumlah pernikahan dini di wilayah kecamatan Kedungadem nomor 3 se Kab Bojonegoro.
” ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyadarkan masyarakat.
korelasinya perceraian dan stunting , harus menjadi perhatian serius pemdes dam seluruh masyarakat ” tandasnya (Red/Tn).







