Ormas Rejo Semut Ireng Prihatin Harga Gabah Di Bojonegoro Anjlok

News1216 Dilihat

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com – Dengan adanya pemberitaan yang sangat santer Harga gabah di Bojonegoro berada Dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku di Bulog sejak 15 Januari 2025 adalah Rp6.500 per kilogram. HPP ini berlaku untuk gabah kering pedesaan (GKP),membuat resah Ormas Rejo Semut Ireng.

Lulus Setiawan SH, selaku Kordinator Ormas Rejo Semut ireng adalah sebuah ormas yang bergerak dibidang pertanian di Bojonegoro Anggotanya lebih 18630 Kepala Keluarga (KK) petani di kawasan pinggir hutan di beberapa kecamatan,

“Anggota Rejo Semut Ireng Bojonegoro 18630 KK mas, real mas” ungkapnya.

Lulus Setiawan SH sebagai Kordinator Rejo Semut Ireng menyayangkan dan prihatin dengan Kondisi saat ini saat dihubungi media teras Bojonegoro.com Kamis 10/4/2025.

Pemberitaan Sebelumnya, Dari bulan Januari sampai maret, HPP 6500 turun 6400 sampai 5800, di bulan April mulai kritis tinggal 5100 rupiah.

Hal tersebut disikapi oleh Relawan Presiden Prabowo Subianto yang tergabung di Rejo Semut Ireng, Lulus Setiawan,

Terjadinya permainan tengkulak dan beberapa pihak hingga terjadinya turunnya Harga dari 6500 sampai 5100 rupiah tidak sesuai HPP sangat melukai perasaan Rakyat kusus nya petani Bojonegoro.

Saya selaku koordinator Rejo Semut Ireng Bojonegoro mengkritisi komitmen Bulog dalam proses pembelian gabah dari petani saat ini. Sebagai mitra masyarakat dan pemerintah daerah Bojonegoro,

“kami menyayangkan harga gabah yang hanya dibandrol 5100-5300, padahal pemerintah sudah menetapkan harga gabah sebesar 6500.”katanya.

Lulus Setiawan juga berharap pemangku Jabatan, Perum bulog Bojonegoro, Aparat Penegak Hukum Bojonegoro, Satgas Pangan Bojonegoro segera menindak lanjuti keadaan ini.

Dengan adanya efesiensi Anggaran dan krisis dunia sudah berdampak pada masyarakat petani, kalau lagi-lagi petani yang menjadi korban maka keadilan bagi rakyat Bojonegoro belum terasa, dalam hal Ini bulog dan Mitra Bulog yang menjadi leading sektor pembelian di petani maka Bulog harus bertangung jawab,

“Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kami berharap Bulog dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani”pungkasnya.(Red/Gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *