Ratusan Peserta Ikuti Seleksi Petugas Haji Daerah Jawa Timur Tahun 2025

Pemerintahan598 Dilihat

Surabaya,Terasbojonegoro.com – Sebanyak 262 calon Petugas Haji Daerah (PHD) mengikuti seleksi resmi tahun 1446 H/2025 M yang berlangsung di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (23/1/2025).

Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur ini sebelumnya telah lolos verifikasi administrasi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, secara resmi membuka acara seleksi tersebut.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya motivasi melayani jemaah sebagai landasan utama bagi setiap calon petugas.

“Saya tekankan dari sekarang, niat yang dipasang bukan hanya untuk berhaji. Niatkan terlebih dahulu untuk melayani jemaah. Insya Allah, niat berikutnya akan terwujud,” tutur Muchlis.

Ia juga mengingatkan para peserta mengenai tantangan besar yang akan dihadapi, terutama dalam melayani jemaah lansia dan difabel.

” Memberikan pelayanan kepada jemaah lansia dan difabel membutuhkan ketulusan dan kompetensi tinggi. Meskipun biaya haji telah ditetapkan dan harganya turun, standar pelayanan tetap harus ditingkatkan,” bebernya.

Muchlis menambahkan bahwa pemerintah terus menjaga kualitas layanan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

“Hotel yang dipilih harus berjarak maksimal 4,5 kilometer dari Masjidil Haram. Namun, bagi jemaah lansia dan difabel, jarak ini tetap menjadi tantangan besar. Di sinilah peran penting petugas dalam mendampingi mereka,” jelasnya.

sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa proses pendaftaran PHD dilakukan secara gratis dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Pendaftaran petugas haji tidak dipungut biaya, dan seleksinya bebas dari KKN,” terangnya.

Akhmad berharap seleksi ini mampu menjaring petugas yang kompeten dan berdedikasi tinggi.

“Petugas haji daerah bukan hanya pendamping, tetapi juga mitra strategis dalam memastikan kenyamanan dan kelancaran jemaah selama beribadah di Tanah Suci,” tukasnya.

Setelah pembukaan, para peserta menjalani seleksi melalui Computer Assisted Test (CAT) yang dilanjutkan dengan wawancara. Seleksi ini memperebutkan kuota sebanyak 237 petugas yang akan ditempatkan pada layanan umum, bimbingan ibadah, dan layanan kesehatan.

Proses seleksi ini diharapkan melahirkan petugas yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. (Red/Ek).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *