Pemprov Dan LPPD Jatim Gelar Seleksi Tahap Kedua Beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir

Pemerintahan627 Dilihat

Surabaya,Terasbojonegoro.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur melakukan seleksi tahap kedua kepada 60 santri berprestasi dari berbagai Pondok Pesantren se-Jawa Timur untuk memperebutkan 30 beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, di Gedung Islamic Center Surabaya, Selasa (23/5/2023).

Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim, Imam Hidayat menjelaskan dari 162 santri yang lolos test administratif, kini tersaring 60 orang untuk mengikuti seleksi tahap kedua guna mendapatkan beasiswa S-1 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Dalam ujian tahap kedua ini suluruh materi ujian dilakukan secara online dengan tim penguji dari Universitas Al-Azhar.

Dijelaskannya, dalam seleksi tahap kedua ini, peserta juga diberi materi ujian wawasan kebangsaan, agar sepulang dari Mesir, mereka tetap membawa Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

“Jadi tidak perlu khawatir, mereka yang akan berangkat belajar di Mesir sekarang ini dibekali materi kebangsaan yang luar biasa, agar nanti tidak banyak terpengaruh berbagai faham saat belajar di Mesir, sehingga tetap mengedepankan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah, dan Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” ucapnya.

Selain beasiswa ke Mesir, Pemprov juga telah memberikan beasiswa untuk Ma’had Aly (Perguruan Tinggi khas pesantren), S1 (sarjana), S2 (magister), dan S3 (doktor) di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Jatim.

sementara Ketua LPPD, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar MA menjelaskan pada seleksi tahap kedua ini ada peningkatan level para peserta, rata-rata mereka hafal Al Quran sebanyak tiga juz. Hal ini menunjukkan kapasitas para peserta yang benar-benar mempersiapkan diri secar matang dalam mendapatkan beasiswa ke Mesir.

Ia menambahkan, para calon penerima beasiswa harus mengikuti seleksi yang sangat ketat. Selain harus menguasai kitab kuning, mereka juga diuji kelayakan potensi akademik dan wawasan kebangsaannya.

“Kita ingin supaya, mereka nantinya menjadi intelektual muslim yang mumpuni dan memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan dan keIndonesiaan”. Ada dua aspek yan kualifikasi akademik SDM pesantren,” tuturnya.

Sekretaris LPPD yang juga koordinator Timsel, Dr. H. Achmad Muhibbin Zuhri, MAg menjelaskan bahwa seleksi tahap kedua tersebut sangat ketat yang melibatkan para kiai dan akademisi dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi sebagai penguji.

Selain itu juga ujian kompetensi bahasa Arab langsung dari para dosen-dosen Universitas Al-Azhar, Selanjutnya, mereka akan mengikuti matrikulasi bahasa selama 5 bulan di kampus PUSIBA Bekasi.

“Kami bekerja sama dengan PUSIBA (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab), satu-satunya lembaga di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan Universitas Al-Azhar dan OIAA (Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar) untuk menyiapkan calon-calon mahasiswa yang memenuhi kelayakan,” terang Muhibbin. (red/ek).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *