Seni Mural Bisa diterima Di Semua Kalangan Dan Tidak Lagi Dianggap Sebagai Seni Jalanan

News, Sosial2230 Dilihat

Kediri,Terasbojonegoro.com – Mahasiswa Prodi Psikologi Islam dan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuludin (FU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri melaksanakan kegiatan melukis tembok bangunan (mural) di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Kediri (30/11/2021).

Sejumlah mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini, antara lain, M. Bagus sebagai ketua kegiatan PKL, Riza Alwy sebagai ketua kegiatan mural, Qutrotul Aini, Dwi Lestiawati, Laro Iba Arifa Ajie, Ariska Ayu Anasari, Kristina Febrianti, Andini Ariyanti, Misbahul Mustofa, Yunis Futihat, dan Reny Tri Wahyuni.

Kegiatan mural dilaksanakan di bangunan-bangunan utama kantor, salah satunya di bangunan ruang makan yang dinilai sangat strategis karena berada di area lalu-lalang banyak orang.

Sebelum mulai melukis, para mahasiswa membersihkan dan mengamplas bagian tembok yang akan dijadikan media mural agar cat yang diaplikasikan lebih mudah menyerap dan terlihat jelas.

Dilanjutkan dengan membuat konsep gambar berupa sketsa yang akan diplikasikan di tembok dengan metode grid supaya hasilnya memiliki skala yang sama.

Pemilihan jenis cat memakai jenis cat acrylic karena memiliki warna yang tajam dan tahan air. Sementara warna hijau dipilih sebagai warna dominan karena disesuaikan dengan tema lukisan, yakni alam yang asri dengan pepohonan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT RSBL Kediri Firdaus Sulistijawan, Rabu (1/12/2021) mengatakan, kini seni mural tidak lagi dianggap sebagai seni jalanan yang dianggap sebagai tindakan vandalisme, tetapi saat ini seni mural bisa diterima di semua kalangan umum bahkan di semua sektor dengan tema-tema umum dan populer yang tidak lagi bersifat berat dan segmented.

“Mural mahasiswa IAIN Kediri ini tidak hanya memperindah bangunan kantor, tetapi juga memberikan ornamen-ornamen unik di lingkungan kantor,” ucap Firdaus.

Sementara M. Bagus, ketua kegiatan PKL juga menyampaikan bahwa kegiatan mural ini merupakan dedikasi dia bersama teman-temannya yang memiliki tujuan sebagai stimulus yang memberikan kesan keceriaan dan berdampak positif bagi stabilitas kognitif klien, sehingga mempercepat proses pemulihan dan terapi klien dalam jangka panjang.

“Kegiatan mural ini juga diharapkan memberikan nuansa baru bagi proses rehabilitasi sosial yang lebih menyenangkan di UPT,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa Prodi Psikologi Islam dan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuludin (FU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri melaksanakan kegiatan melukis tembok bangunan (mural) di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Kediri sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada lembaga.(ek/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *