Pertemuan Koordinasi P2PTVZ Di Gelar Dinkes Jatim

News, Pemerintahan727 Dilihat

Surabaya,Terasbojonegoro.com – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Fairfield by Marriott Surabaya, Senin (29/11/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Prov. Jatim, drg. MVS Mahanani, M. Kes, mengatakan ada beberapa masalah kesehatan masyarakat baik secara endemis maupun sebagai penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah, penyakit tular vektor dan binatang pembawa penyakit. Hal itu antara lain malaria, demam berdarah, chikungunya, japanese encephalitis (radang otak), filariasis (kaki gajah), rabies (gila anjing), leptospirosis, pes dan schistosomiasis (demam keong).

Dikatakannya, Upaya penanggulangan penyakit tular vektor dan zoonotik selain dengan pengobatan terhadap penderita juga dilakukan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, termasuk upaya mencegah kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan vektor dan binatang pembawa penyakit untuk mencegah penularan penyakit menular, baik penyakit yang sudah endemis maupun yang baru.

Saat ini jumlah penderita DBD tahun 2021 di Jawa Timur tersebar di 38 kabupaten/kota, dengan sebanyak 4.091 orang dengan kematian 47 orang (CFR = 1,1%). Pencegahan penyakit DBD yang efektif sampai saat ini adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus, dengan penguatan satu rumah satu jumantik yang diharapkan masyarakat secara mandiri, rutin dan berkesinambungan melaksanakan minimal seminggu sekali di lingkungan rumahnya. Capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) tahun 2020 sebesar 88,5%. Masih di bawah target yang diharapkan yaitu > 95%.

Jatim telah menyediakan aplikasi Sistem Informasi Surveilans Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit (SILANTOR) sebagai sebuah sistem informasi berbasis web yang berguna sebagai tempat pencatatan dan pelaporan surveilans vektor dan binatang pembawa penyakit. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan wilayah penularan DBD dan malaria.

Pada tahun ini 9 kab/kota yang yang sudah dilakukan pelatihan dan melaporkan ABJ ke dalam aplikasi SILANTOR. Tahun 2021 sampai bulan November saat ini sudah dilaporkan kasus chikungunya yang di 12 kab/kota dengan diagnosa/pemeriksaan klinis, karena ketidaktersediaan penunjang diagnostik Chikungunya, dan untuk kasus Japanese Enchepaitis dan Zika sampai saat ini tidak ditemukan kasusnya di Jawa Timur.

Kepala Seksi P2PM, drg. Sulvy Dwi Anggraini, M.Kes, mengatakan, tujuan dari kegiatan rakor P2PTVZ ini adalah untuk melakukan koordinasi Program pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik di Provinsi Jawa Timur.

Selain itu juga untuk mengetahui kebijakan dan situasi program P2PTVZ di Indonesia dan Jawa Timur, update Program dan Informasi P2PTVZ (Arbovirosis, Vektor, Leptospirosis, Anthrak, Rabies, Malaria), Analisis Situasi Kesehatan Hewan di Jatim dan Dukungan Dinas Peternakan dalam Penanggulangan Zoonosis, Penerapan konsep One Health di Jawa Timur, Dukungan UPT Kemenkes dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik. (ek/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *