PLN Diduga Abai Dalam Pengelolaan Aset Negara, KWh Meter Lama Terbengkalai

News1561 Dilihat

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com – PLN sedang menghadapi kritikan terkait pengelolaan kWh meter pascabayar yang diganti dengan sistem prabayar.

Di Bojonegoro, banyak kWh meter lama yang sudah dicopot dan dibiarkan terbengkalai tanpa pengelolaan lebih lanjut.

pantauan awak media terasbojonegoro.com (12/9/2025) salah satunya berada di kios terminal Rajekwesi kab Bojonegoro.

Salah seorang inisial S pedangan diterminal ketika dikonfirmasi mengatakan,itu udah lama mas meteran itu tidak berfungsi dan diganti yang baru pakai pulsa.

” ngak tau kenapa ngak dicopot oleh PLN ” katanya.

Menurut Iwan pemerhati kebijakan publik ketika dikonfirmasi mengatakan “kWh meter merupakan aset negara yang memiliki nilai ekonomis dan harus dikelola dengan transparan dan akuntabel.

Kemungkinan Penyebab Masalah ini adalah Kurangnya Pengawasan Internal Pembiaran kWh meter lama dianggap sebagai cerminan lemahnya pengawasan internal PLN.

” Prioritas pada PLN dinilai lebih memprioritaskan proyek besar dari pada mengelola aset kecil seperti kWh meter lama” ujar Iwan.

lanjut Iwan, Solusi yang Dapat Dilakukan,Lelang atau Daur Ulang kWh meter lama dapat dijual melalui lelang atau didaur ulang untuk mendapatkan nilai ekonomis.

Pencatatan Akuntansi kWh meter lama harus dicatat dalam akuntansi agar tidak hilang begitu saja.Pengelolaan Aset yang Transparan PLN harus mengelola aset negara dengan transparan dan akuntabel untuk membangun kepercayaan publik.

Belum ada keterangan resmi dari PLN Unit Layanan Bojonegoro terkait mekanisme penarikan dan pengelolaan kWh meter pascabayar yang sudah tidak digunakan.(Red/Ag).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *