Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko Masuk Proyek Strategis Nasional

News, Pemerintahan2942 Dilihat

Bojonegoro,TerasBojonegoro.com – Tim Kementerian Perekonomian Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (PPIP) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan lapangan rencana lokasi pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo (9/4/2021) untuk memastikan proyek bendungan gerak akan dimasukkan dalam proyek strategis nasional.

Menurut Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono menjelaskan, desain Bendungan Gerak Karangnongko sudah selesai. Bendungan gerak Karangnongko nantinya dapat menampung air sebanyak 63 juta meter kubik.Bendungan gerak nantinya dapat mengairi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blora, dan sebagian Kabupaten Tuban.

” Kementerian Perekonomian PPIP meninjau lokasi dalam rangka memastikan proyek bendungan gerak akan dimasukkan dalam proyek strategis nasional,” tutur Tedjo Sukmono.

Masih menurut Tedjo, pembebasan lahan seluas 592 hektar dari 5 (lima) desa di Kabupaten Blora dan 2 (dua) desa di Wilayah Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.untuk pembiayaan pembebasan lahan akan dibiayai oleh lembaga aset negara.

“Nantinya air sungai bengawan solo akan dibelokkan dulu dan di titik nol ini akan dibangun bendungan gerak. Diperkirakan Bulan Mei akan dilakukan pelelangan fisik,” ujar Tedjo.

Bendungan Gerak Karangnongko dapat menyediakan air baku, yang dapat dimanfaatkan untuk wilayah Bojonegoro sebanyak 5.000 hektar dan untuk Blora sekitar 1000 hektar. Selain itu dapat digunakan sebagai sumber air bersih, pembangkit tenaga listrik dan juga kebutuhan untuk Migas, selama ini kebutuhan migas masih kurang. Tadinya kapasitas 13 juta meter kubik, nanti 63 juta meter kubik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut .

Ditempat terpisah Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawannah mengatakan pihaknya telah kedatangan tamu dari Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas.Bendungan Karangnongko diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 2.557 triliun.

” Saya optimis Bendungan Karangnongko bisa menjadi PSN. Program negara harus jalan, program petani harus jalan, ketahanan pangan harus berjalan sehingga Bendungan Karangnongko salah satu solusi,” pungkas Bupati Bojonegoro. (Ek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *