PWI-LS Kirim Surat Keberatan Dan Penolakan atas Rencana Kedatangan Habib Syaikh

News3383 Dilihat

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com – Pengurus PWI Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah. Bojonegoro mengirimkan surat keberatan dan penolakan atas rencana kedatangan seorang tokoh Habib ke Bojonegoro pada 16 Mei 2025.

Habib tersebut dijadwalkan mengisi acara Munajat Cinta di Masjid Al Birru Pertiwi Dander, Bojonegoro.

PWI LS Bojonegoro, yang diwakili pengurus dan Panglima Laskar Sabilillah Gus Jibril, Gus Na’im, serta Gus Munif, menyerahkan surat tersebut kepada Bupati, Polres, Kodim, Polsek Dander, Kecamatan Dander, dan panitia penyelenggara acara.

Menurut Gus Jibril, menjelaskan pengiriman surat tersebut menurutnya merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga ukhuwah Islamiyah di Bojonegoro tanpa menimbulkan polemik atau perselisihan.

“Kalangan habaib atau Ba’alawi masih menghadapi polemik yang belum tuntas, terkait masalah nasab, pemelintiran sejarah NKRI dan NU, serta penyimpangan aqidah,” ucap Ketua PWI-LS itu.” Pungkas Gus Jibril.

Gus Jibril juga menambahkan, menurutnya umat Islam berhak mempertanyakan hal tersebut, belum ada jawaban memuaskan selama tiga tahun terakhir.

“Oleh karena itu, kita keberatan dengan rencana panitia Munajat Cinta, karena masih banyak ulama, kyai, gus, atau ustadz lokal yang lebih tepat diundang ” jelasnya.

Wakil Ketua PWI-LS, Ainun Na’im atau yang akrab disapa Gus Na’im menambahkan bahwa polemik nasab Habib bukan hanya sebatas klaim silsilah yang belum terkonfirmasi sebagai dzurriyah Nabi.

” Kurangnya bukti-bukti keturunan, baik melalui ilmu filologi, sejarah, manuskrip, kitab sezaman, atau tes DNA, justru membuka berbagai isu lain, termasuk perilaku menyimpang dan narasi-narasi yang tidak berdasar agama,” tutur pengacara berpeci tersebut.

Gus Na’im Juga mempertanyakan peran kalangan Habib dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, dan mengkritik pernyataan yang dianggap rasis, seperti yang termaktub dalam kitab Manhajus Sawi karya Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith Ba’alawi, yang menyatakan bahwa satu Habib yang bermaksiat lebih mulia daripada tujuh puluh kyai yang alim.

Hal ini kita nilai merendahkan para ulama besar Indonesia seperti Syaikhona Kholil Bangkalan, Mbah Yai Hasyim Asy’ari, Mbah Yai Wahab Chasbullah, Gus Dur, dan ulama lainnya.

Selain itu, ada juga kekhawatiran terkait penyimpangan aqidah yang membahayakan umat Islam.

“Membiarkan Habib Syaikh hadir dianggap sebagai pembenaran atas klaim nasab yang keliru dan segala penyimpangan yang dilakukan.”tandas Gus Na’im

Sementara itu Pimpinan Laskar Sabilillah PWI-LS Bojonegoro, Gus Munif menambahkan bahwa tujuan surat keberatan ini adalah untuk mencegah kisruh di masyarakat.

“Banyak umat di Bojonegoro yang telah meragukan klaim nasab tersebut. Untuk itu kita berharap Bupati, Kapolres, dan jajaran pemerintah Bojonegoro bersikap bijak dan mempertimbangkan dampak positif dan negatif sebelum memutuskan.” Pungkasnya.(Red/Wit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *