Belum Ada titik Temu Antara RS Aisyah Bojonegoro Dengan Pekerja Lokal

News1055 Dilihat

BojonegoroTerasbojonegoro.com – Dinas perindustrian dan tenaga kerja kab Bojonegoro kembali memanggil kordinator pekerja lokal dan penanggung jawab sekaligus pengambil keputusan proyek rumah sakit Aisyah Bojonegoro,(31/1/2025) bertempat di aula kantor dinas perindustrian dan tenaga kerja jalan Basuki Rahmat Bojonegoro.

Dari pihak rumah sakit Aisyah diwakili oleh Sukir,dalam kesempatan ini mengatakan” menangapi keluhan pekerja lokal yang tidak bisa bekerja diproyek ini dan dikatakan tidak sesuai perda konten lokal itu tidak benar.

‘Sampai saat ini kita sudah memperkerjakan sekitar 50% tenaga kerja lokal dari seluruh pekerja.dan untuk pengadaan barang kita mengambil dari sekitar Bojonegoro dan semuanya udah selesai” ucapnya.

Disingung soal perekrutan tenaga kerja dan pengadaan barang Sukir menambahkan untuk pemenang pengadaan atau pun tenaga kerja semuanya ditentukan oleh panitia.

” karena apa di proyek ini sistemnya swakelola,dan 2 bulan kedepan sudah harus jadi ” imbuhnya.

Sementara itu Fatoni kordinator pekerja lokal mengatakan” berdasarkan perda no 3 tahun 2021 tentang perekrutan tenaga kerja lokal pasal 16 menjelaskan bahwa setiap pekerjaan yang ada di kabupaten Bojonegoro baik proyek negara mau pun swasta ini WAJIB memperkerjaka pekerja lokal jadi tidak ada hitung hitungan prosentase,

masih menurut Fatoni pekerja lokal di Bojonegoro ini SDM nya sebenarnya mampu kalau hanya mengerjakan pembangunan proyek seperti itu,

” tapi kenapa tidak diprioritaskan.masak istilahnya kita mau ikut mbangun daerah sendiri ngak boleh ” jelasnya.

lanjut Fatoni “setelah saya investigasi di daerah yang berdekatan dengan proyek rumah sakit Aisyah ternyata juga banyak masyarakat sekitar yang ingin bekerja disitu tetapi tidak bisa.dengan alasan udah penuh dan lamaran hanya ditumpuk disekurity.

Setelah perdebatan panjang yang tidak ada titik temunya akhirnya pihak dinas perindustrian dan tenaga kerja yang diwakili oleh Rofiuddin Fatoni S sos meminta pihak rumah sakit Aisyah memberikan data pekerja lokal yang katanya sudah ada sekitar 50% itu,dengan data yang lengkap.(Red/Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *