Heboh..! Warga Diminta Sumbangan Kematian, Malah Meludahi Petugas Kampung

News2428 Dilihat

Surabaya,Terasbojonegoro.com – Baru-baru ini warga Surabaya dihebohkan oleh salah seorang warga yang berinisial AS di lingkungan RT-7 RW-8 Jalan Dukuh Kupang Timur 10B, kelurahan Pakis kecamatan Sawahan kota Surabaya Jawa Timur.

Menurut kesaksian beberapa warga kejadian bermula pada saat dua orang warga tersebut yang berinisial Al dan Ed yang bertugas sebagai pengurus RT yang berkeliling berurutan mendatangi setiap rumah warga RT-7 itu, untuk menarik sumbangan kematian warga setempat yang baru beberapa hari kemarin meninggal dunia.

Al dan Ed seperti biasanya meminta pada seluruh warga untuk membayar sumbangan dan pada gilirannya Ed sampai di rumah AS bersalam lau berkata “Mas iki wayahe tarikan kematian !” (waktunya tarikan kematian), malah dengan spontan AS menjawab “Kok gak koen ae sing matek” (Kok tidak kamu aja yang meninggal), ungkapan ini ditujukan pada Ed selaku petugas yang menarik sumbangan.

Lalu tidak cukup mengatakan itu malah AS meludahi Al yang juga ikut mendampingi Ed dalam tugasnya.

Kejadian ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB tanggal 8/10/2023, yang dimana warga setempat banyak yang menyaksikan kejadian tersebut yang sontak menuai perhatian warga kampung.

Sehingga beberapa tetangga AS yang mengetahui juga sempat merekam video kejadian tersebut, setelah itu Ketua RT juga keluar rumah untuk memastikan kejadian tersebut karena kebetulan tinggal bersebalahan dengan rumah AS.

“:AS sempat melawan pada petugas kampung yang minta sumbangan kematian lalu saat dikonfirmasi dia tidak mengakui bahwa sikapnya itu begitu arogan, serta terkesan memutar balikkan fakta yang terjadi sebelumnya” tutur beberapa warga yang tidak mau disebut namanya oleh awak media yang kebetulan melewati kampung tersebut.

Sedangkan beberapa warga tadi juga menyampaikan pada awak media agar kelakuan AS tersebut segera mendapat perhatian oleh pihak Dinas dan Instansi terkait karena sudah meresahkan ketertiban hidup bertetangga di kampung Dukuh Kupang Timur itu.

Ada pula warga yang menyampaikan bahwa AS itu tidak pernah mengikuti kegiatan sosial di kampung seperti Kerja Bakti, arisan kampung, melayat tetangga meninggal dan lain sebagainya.

Sementara ini kejadian tersebut sudah di laporkan ketua RW 8 yang bertindak sebagai tokoh lingkungan daerah itu, tetapi masih belum mendapatkan atensi yang siknifikan atas pengaduan dari Ketua RT 7.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *